wisata sumatera barat

Pesona Goa Batu Kapal Selayak Cahaya Dari Surga

Semburat sinar mentari menerobos masuk melalui celah kecil di atas goa, berpendar menjadi sejumlah guratan layaknya pedang-pedang yang menusuk perut bumi. Dikutip https://betwin188.org/ Cahayanya putih, tidak banyak kebiruan. Menghujani dinding-dinding goa batu kapal, menerangi masing-masing goresan di dinding bak lukisan. Beberapa inchi di sampingnya, cahaya yang beda menerobos, menyebar, hijau.

 

Setiap sudutnya terukir oleh pahatan-pahatan yang terbentuk alami. Dinding goa mempunyai rupa-rupa warna mulai dari merah jambu, kuning, hijau, biru, coklat, putih, hitam dan jingga. Ruangan goa bervariasi dari luas ke sempit, dari cerah ke gelap. Tak sempat stalaktit dan stalakmit megah yang tersebar di sekian banyak  penjuru. Sinar mentari bak lampu malam turut menghiasi isi goa. Menjadikan perpaduan sempurna nan megah dari goa terindah di Kabupaten Solok Selatan ini, Goa Batu Kapal.

 

The Journey

30 menit perjalanan dilewati dari Padang Aro, ibukota Kabupaten Solok Selatan. Jalan aspal bergelombang, berkelok, dan beberapa berupa jalan tanah pengerasan tidak banyak menghambat perjalanan kami. Namun aliran cantik nan deras sungai Batang Hari membiaskan ketidaknyamanan itu. Dari kaki gunung kerinci yang menjadi latar kabupaten ini, sungai terpanjang di sumatera ini mengalir hingga ke Jambi. Kecantikan visual sungai ini tak kalah dikomparasikan kekayaan di balik aliran derasnya, emas. Ya, Solok Selatan memang kaya bakal emasnya, selaras dengan julukan Swarnadwipa atau pulau emas guna Sumatera. Di tanah Sumatera, masing-masing jengkal tanahnya menutupi hamparan permadani emas.

 

Papan tuntunan seadanya menghantarkan kami hingga pintu kedatangan. Bukit batu berukuran raksasa berwarna putih dengan buah pena corak hitammemindahkan semua mata. Laksana magnet, menyihir setiap tahapan menyusuri jalan setapak dan mendekat. Beberapa pohon yang menjulang tinggi dan berukuran besar di sekitarnya seolah mengucapkan pesan bahwa lokasi ini sudah ada jauh sebelum insan kesatu datang ke wilayah ini. Sarang lebah sarat madu di sekeliling bukit seolah menjadi aksesoris, layaknya seorang perempuan cantik dengan perhiasannya.

 

Tentang Goa Batu Kapal

 

Terdapat 4 bukit batu besar di distrik ini. 1 bukit yang tidak terlampau besar diisi pohon dan semak mempunyai goa yang disebut ngalau lipek kain. Nama tersebut diserahkan karena struktur / rangkaian batunya tampak laksana kain yang berlipat. Goa di bukit ini belum dimulai untuk umum disebabkan pintu masuknya yang lumayan susah dijangkau.

 

3 bukit lagi adalahsatu-kesatuan bukit yang menyusun goa batu kapal yang mempunyai tinggi selama 68 meter. Namun, goa batu kapal juga belum seluruhnya tersingkap untuk umum. Terdapat sejumlah bagian goa yang masih susah diakses.

 

Goa ini terbagi menjadi sejumlah bagian. Kita akan terbit masuk dari 1 mulut goa ke mulut goa lainnya. Goa ini tergolong besar dan ada ratusan ruangan di dalamnya. “Saya pernah masuk dan menghitung hingga 150 ruangan, besar dan kecil, di goa ini, dan tersebut pun belum selesai, masih tidak sedikit ruangan lainnya”, ucap Bapak Basrial yang adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok Selatan.

 

Goa ini kesatu kali ditemukan pada saat pendahuluan lahan PTPN VIII padamula tahun 1980an, kira-kira 1984. Namun, sama laksana tempat menarik dan megah lainnya yang sedang di tengah hutan di unsur manapun di Indonesia, goa ini dikeramatkan oleh warga. Baru sejumlah bulan terakhir ini masyarakat selama dan pemerintah wilayah setempat mulai serius mengelola lokasi ini sebagai lokasi wisata tumpuan dan tidak banyak demi sedikit mengerjakan pembenahan.

 

Sama laksana halnya Malin Kundang di Padang atau Gunung Tangkuban Perahu di Jawa Barat, eksistensi goa ini juga tak luput dari legenda yang beredar di kalangan masyarakat setempat. Tidak se-terkenal Malin Kundang memang, tapi cerita ini meningkatkan pesona goa ini, membuat khayalan pengunjung menjebol waktu, menginginkan apa yang terjadi di masa lalu.

“Kenapa goa ini disebut goa batu kapal? Karena kesatu, ruangan-ruangan di dalam goa ini serupa dengan ruangan-ruangan di dalam suatu kapal besar. Kedua, memang terdapat legenda masyarakat yang menceritakan bahwa goa ini adalahsebuah kapal besar yang pulang menjadi batu sebab kutukan” ujar Wali Nagari Sungai Kunyit Barat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *